KAYONG UTARA, SP – Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, pembangunan Gedung SD Muhammadiyah Kreasi Sukadana resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama di Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Prosesi tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, dan dihadiri Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kayong Utara Noor Habib, jajaran pengurus Muhammadiyah, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Momentum Hardiknas ini menjadi penanda komitmen bersama antara Muhammadiyah dan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dalam memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui langkah nyata, bukan sekadar seremonial.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kayong Utara, Noor Habib, menjelaskan bahwa SD Muhammadiyah Kreasi Sukadana merupakan inisiasi Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menghadirkan pendidikan yang unggul dan berkemajuan.
“SD Muhammadiyah Kreasi Sukadana dirancang sebagai sekolah yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendidikan karakter. Selain pembelajaran akademik, siswa juga akan mendapatkan penguatan nilai keislaman, kemampuan bahasa, serta pengembangan potensi melalui kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler,” jelasnya.
Ia menambahkan, sekolah ini mengusung konsep “plus” dengan sistem pembelajaran yang lebih komprehensif. Proses belajar direncanakan berlangsung pukul 06.30 hingga 16.00 WIB, dengan pengaturan waktu istirahat yang memadai, termasuk istirahat siang.
“Tujuannya agar pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembinaan karakter, kedisiplinan, dan keseimbangan tumbuh kembang siswa,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Kayong Utara, Erwin Sudrajat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Muhammadiyah dalam mendukung pembangunan sektor pendidikan di daerah, khususnya di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah.
“Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas komitmennya dalam membangun SD Muhammadiyah Kreasi Sukadana. Di tengah kondisi keuangan daerah yang belum optimal, kontribusi seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran sekolah ini dapat memberikan dampak positif bagi pembentukan generasi muda di Kayong Utara.
“Dengan mayoritas masyarakat beragama Islam, kami berharap sekolah ini dapat melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah,” lanjutnya.
SD Muhammadiyah Kreasi Sukadana juga akan mengintegrasikan kurikulum nasional dengan program tambahan seperti pembelajaran baca tulis Al-Qur’an (BTQ), penguatan bahasa Inggris dan Arab, serta kegiatan ekstrakurikuler seperti olahraga dan seni bela diri.
Meskipun menerapkan sistem pendidikan berbayar, pihak sekolah tetap memberikan akses bagi masyarakat kurang mampu melalui skema subsidi silang yang didukung Lazismu, sehingga pendidikan tetap inklusif dan dapat dijangkau lebih luas.
Program Manager KREASI Muhammadiyah Kayong Utara, Rezky Farnanda, yang mewakili Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat pentingnya investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.
“Peletakan batu pertama ini bukan sekadar dimulainya pembangunan gedung sekolah, tetapi merupakan langkah nyata membangun masa depan generasi Kayong Utara. Melalui Program KREASI, kami ingin menghadirkan pendidikan yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, nilai, dan daya saing anak sejak dini,” pungkasnya. (wes)